Kata teknologi merupakan suatu hal yang lumrah terdengar di kalangan masyarakat entah itu di kota-kota besar maupun di kota-kota kecil, karena penggunaan teknologi sudah menjadi kebutuhan dalam keseharian bagi masyarakat tanpa mengenal waktu dan di mana pun pada zaman ini. Tidak hanya itu saja, penggunaan teknologi banyak diaplikasikan dalam segala bidang untuk mendapatkan suatu informasi dan berkomunikasi secara langsung maupun tidak langsung. Bidang pendidikan merupakan suatu lembaga yang memiliki struktur teratur di dalamnya pada mata pelajaran dengan contoh pendidikan agama Islam yang diampu sejak dini untuk mengatur tingkah laku manusia dalam bersosial, sehingga bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah dalam bersosialisasi tanpa seharusnya melanggar aturan.
Dalam mengembangkan peran teknologi dalam pendidikan agama Islam dengan aktivitas proses pembelajaran agar lebih efektif dalam pembelajaran bisa melalui teknologi. Yang harus diketahui oleh peserta didik adalah teknologi berfungsi sebagai alat yakni kebutuhan teknologi sebagai alat yang mengantarkan peserta didik untuk membantu proses pembelajaran dan mengantarkan seorang guru menyampaikan proses pembelajaran menggunakan teknologi, maka teknologi ini dijadikan sebuah alat proses pembelajaran pendidikan agama Islam untuk menyampaikan materi-materi pendidikan agama Islam. Sehingga tercapailah dari suatu pembelajaran pendidikan agama Islam itu disampaikan dengan teknologi pendidikan, karena dengan situasi yang tidak memungkinkan untuk bertatap muka langsung sebagaimana yang kita lakukan pada saat musim pandemi.
Teknologi sebagai perantara atau bisa disebut dengan bahan pengiriman pengetahuan peserta didik mengendarai dalam proses pembelajaran, sedangkan seorang guru bisa menyampaikan materi-materi pendidikan agama Islam kepada peserta didiknya ketika di ruang kelas jam pelajaran. Di situlah sebuah disiplin ilmu bahwasanya teknologi pendidikan berfungsi sebagai ilmu pengetahuan yang seharusnya di kuasi oleh guru pendidikan Islam, karena saat ini gadget bukan hanya berfungsi sebagai melihat media sosial saja melainkan waktu yang tepat untuk menggunakan proses media pembelajaran melalui gadget, sehingga media sosial itu berfungsi sebagai bahan mencari ilmu pengetahuan untuk belajar mengajar.
Referensi: Jurnal Dirosah IslamiyahVolume4Nomor2(2022) 174-183P-ISSN 2656-839xE-ISSN 2716-4683DOI:10.17467/jdi.v4i2.692176|Volume 4 Nomor 2 diakses dari (https://journal.laaroiba.ac.id/index.php/jdi/article/view/692)
1.2 Contoh Pemanfaatan Teknologi Dalam PAI
Komunikasi elektronik telah menjadi salah satu strategi terbaru untuk mendukung proses pembelajaran. Aspek paling penting dalam proses pembelajaran adalah kemampuan peserta didik dan pengajar untuk
melakukan komunikasi tanpa batas waktu. Proses pembelajaran secara konvensional menggunakan aktivitas yang ada di kelas begitu kegiatannya selesai, maka interaksi juga usai. Oleh karena itu, komunikasi di kelas konvensional bersifat statis.
Dunia teknologi informasi kini memberikan banyak pilihan kepada semua orang. Tak terkecuali Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI). Misalnya e-dukasinet/ pembelajaran berbasis internet, penggunaan telematika, elearning, blog, multimedia resources center, teknologi pembelajaran melalui komik, dan
vidio conference. Ada beberapa contoh pemanfaatan teknologi yang dapat
dimanfaatkan dalam pembe-lajaran PAI,9
yaitu:
a. Teknologi Informasi Berbasis Visual
1) Penggunaan program powerpoint dalam proses pembelajaran PAI dikelas. Melalui program tersebut,
guru tinggal menulis poin-poin penting materi yang akan disampaikan. Ada pemandangan baru di basis visual siswa. Sehingga bisa mengatasi kejenuhan dalam belajar.
Contoh :
Gambar 1. Penggunaan Power point dalam Pembelajaran PAI
2) Agar lebih menarik, bisa juga guru menggunakan program macromedia flash.
Tidak hanya tulisan yang dapat disampaikan ke peserta didik, tetapi juga dapat menampilkan suara atau video yang berkaitan dengan materi tersebut.
b. Teknologi Informasi Berbasis Audio
1) Penggunaan teknologi informasi yang berkenaan dengan pendengaran siswa
2) Penggunaan audio streaming, yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dengan basis pendengaran.
Gambar 2. Penggunaan Teknologi Informasi Berbasis Audio
c. Teknologi Informasi Berbasis Visual-Audio Penggunaan CAI (Computer Assisted Instruction), compact disk (CD) multimedia pembelajaran interaktif. Dengan menggunakan film, maka siswa akan mendapatkan pengetahuan dari basis audio dan visual. Contoh dari nilai karakter film Habibi dan Ainun dalam PAI.
d. Teknologi informasi berbasis Internet
1) E-mail
Menggunakan e-mail untuk mengumpulkan tugas dari peserta didik. Sekarang ini yang biasa dilakukan guru kepada peserta didik dalam mengumpulkan tugas melalui buku atau kertas. Pengumpulan tugas melalui email tersebut sekaligus mendidik kepada peserta didik untuk mengurangi global warming (pemanasan global). Kita tahu bahwa bahan baku kertas adalah berasal dari kayu. Artinya semakin banyak peserta didik menggunakan kertas, maka bertambah banyak penebangan kayu untuk bahan baku kertas. Tidak salah kalau sekarang ini hutan di Indonesia sekarang semakin berkurang. Karenanya, hal ini peserta didik dilatih untuk mencegah global warming sekaligus menyelamatkan dunia melalui meminimalisir penggunaan kertas.
2) Mailing list
Menggunakan list mail untuk diskusi kelas yang diajarkan. Melalui mailing list guru dapat membuat
grup atau kelompok sendiri, bisa berupa satu kelas atau satu sekolah untuk berkomunikasi. Di sini guru
PAI menginformasikan materi pembelajaran yang akan disampaikan pada pertemuan ke depan via mailing list. Sedangkan seluruh anggota grup akan mengetahuinya dalam waktu yang bersamaan. Saat
itu juga peserta didik dapat men-download materi tersebut dari rumah atau dimana pun tempatnya asal ada jaringan internet. Selain itu, melalui mailinglist guru dapat membuka ruang diskusi dengan peserta didik. Selama ini peserta didik kesempatan bertanya masih terbatas di ruang kelas, melalui program tersebut guru dapat membantu permasalahan yang dihadapi peserta didik kapan pun dan di manapun mereka berada.
3) Web blog dan e-learning.
Menggunakan web blog untuk pembelajaran di dalam atau luar kelas. Ketika disebut web blog, banyak guru yang bertanya-tanya pasti mahal biayanya. Memang untuk website yang komersial, pengguna (user) harus membayar sesuai dengan tarif, tetapi untuk web blog, pengguna tidak harus membayar
alias gratis. Dibanding dengan fasilitas ICT, web blog lebih sempurna. Diantara kelebihannya adalah guru dapat menampilkan semua karya atau hasil pemikiran yang dimiliki.
referensi:file: Jurnal TAMADDUN – FAI UMG. Vol. XIX. No.1 / Januari 2018


Tidak ada komentar:
Posting Komentar